Monday, July 28, 2008

Liputan Kebaktian PNB Daerah VII

Syalom Guys...
Tanggal 27 Juli 2008 kemarin, tepat dengan hari terjadinya kerusuhan PDI (yang lebih dikenal dengan peristiwa KUDATULI), PNB Daerah VII mengadakan kebaktian gabungan PNB dan Remaja. Acara tersebut merupakan kegiatan rutin PNB Daerah VII setiap 3 bulan sekali dengan tempat bergantian di wilayah Daerah VII Pulau Jawa.
Untuk bulan Juli ini, PNB HKI Depok diberi kesempatan untuk melayani seluruh PNB Daerah. Kebaktian dimulai pukul 14 lewat, agak sedikit terlambat mengingat jemaat yang hadir pun agak terlambat. Hal ini terjadi karena lokasi HKI Depok memang agak sulit dicapai, khususnya dari daerah-daerah yang jauh dan belum pernah berkunjung sebelumnya.
Kebaktian diawali dengan praise n worship yang cukup mencairkan suasana dan menciptakan keakraban, dengan lagu "Tuhan Memanggil Namamu". Kebaktian berjalan sangat baik dengan band yang menggema dan kompak mengiringi setiap lagu, terlebih saat lagu ARBAB dinyanyikan dengan seruling.
Dalam kebaktian tersebut juga ada penampilan dari PNB HKI Taman Mini yang menyanyikan lagu "ONE MOMENT IN TIME" dengan baik.
Khotbah dibawakan oleh Ibu Pdt. Sri Supena, M.Th. Beliau adalah pendeta yang dulunya berasal dari Muslim dan akhirnya dipanggil Tuhan untuk menjadi pelayan Tuhan. Beliau membawakan khotbah dengan atraktif, bahkan sempat menyanyikan song theme yaitu TERLENA.
Panitia sangat kompak, dipimpin oleh Bang Tamba Gultom, dengan seragam hitam dan atribut lainnya, PNB Depok terlihat lebih garang dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Salut untuk HKI Depok. God BLess u all..

Tuesday, July 22, 2008

Matikan Sistem Otomatisnya

Otak manusia adalah salah satu hal yang aneh dan menakjubkan. Pernahkah otak Anda berpindah ke sistem otomatis (autopilot)? Saya pernah.
Seringkali saya mengemudikan mobil saya pulang ke rumah dari kantor dan tidak ingat perjalanan yang saya lalui. Saya sampai dengan selamat, tapi saya tidak ingat sebagian besar dari jalan-jalan dan belokan-belokan yang saya lewati untuk sampai ke rumah. Rutinitas pagi hari saya juga sama. Saya belum sepenuhnya "sadar" sampai kira-kira 15 menit setelah saya mandi. Sampai detik itu, otak saya secara otomatis menginstruksikan tubuh saya untuk bergerak mengikuti rutinitas pagi saya tanpa kesadaran seutuhnya dari saya. Jika pasta gigi atau shampoo saya tidak terletak di tempat biasanya, hati-hati! Saya pernah bermaksud mengambil shampoo tapi yang saya ambil malah krim untuk bercukur dan mengoleskannya pada rambut saya lebih dari sekali.
Fenomena ini tidak pernah mengganggu saya sebelumnya, sampai suatu hari setelah kebaktian Minggu berakhir saya tiba-tiba tersadar bahwa saya juga menjalani sistem otomatis dalam kehidupan rohani saya.
Selama kebaktian itu pembicaranya menunjukkan sebuah film pendek. Itu adalah sebuah kisah dari keluarga miskin di Kamboja. Hanya itu yang bisa syaa katakan pada Anda tentang videonya, karena hanya itu yang saya ingat. Saya ingat saat lampu gereja mulai meredup dan filmnya mulai diputar. Saya kira pikiran saya waktu itu sudah mengembara kemana-mana, karena saya tidak dapat mengingat apapun sampai lampu mulai menyala seperti semula dan videonya berakhir. Saya tiba-tiba tersadar saat saya sedang bertepuk tangan bersama-sama dengan penonton yang lain.
Bagaimana itu bisa terjadi? Saya bahkan tidak ingat bagaimana akhir dari film itu, dan saya juga tidak tahu bagaimana prosesnya otak saya memerintahkan tangan saya untuk memberikan respon dengan ikut bertepuk tangan. Saya sadar bahwa saya (lagi-lagi) telah menjalani sistem otomatis, hanya "mengalir" mengikuti yang lain. Bagi orang lain, mungkin kelihatannya saya benar-benar telah menonton video itu dan menikmatinya bersama-sama dengan mereka, tapi sebenarnya saya telah melewatkan seluruh video itu.
Insiden itu membuat saya berpikir seberapa sering saya menjalani hubungan saya dengan Tuhan berdasarkan sistem otomatis ini...Membaca alkitab? (tanda centang)Berdoa? (tanda centang)Pergi ke gereja minggu ini? (tanda centang)Memberi persepuluhan? (tanda centang) Selama saya berjalan dalam kehidupan saya sebagai orang percaya, apakah saya benar-benar mengalami kehidupan itu ataukah saya hanya sekedar melewatkannya begitu saja? Apakah saya benar-benar mendengarkan apa yang Dia katakan pada saya setiap hari? Ataukah saya hanya sekedar menampakkan diri dan segera berlalu sehingga saya bisa memberi tanda centang pada daftar hal-hal yang harus saya lakukan setiap harinya?
Menjalani hidup dengan sistem otomatis bisa berbahaya. Dalam rutinitas pagi hari mungkin itu hanya menyebabkan iritasi ringan. Dalam mengemudikan kendaraan itu jelas tidak direkomendasikan. Tapi dalam kehidupan rohani itu bisa menyebabkan masalah-masalah yang jauh lebih besar. Jika saya tidak benar-benar sadar untuk mendengar apa yang Tuhan ingin katakan pada saya, bagaimana saya bisa tahu apakah saya sedang melakukan kehendakNya atau tidak? Saya juga tidak bisa menjadi makin dekat denganNya, atau menjadi lebih seperti Dia, jika saya hanya sekedar "mengalir" dengan sistem otomatis.
Dalam pembahasan Alkitab di gereja saya baru-baru ini, kami mendiskusikan bagaimana Tuhan sering menggunakan badai dalam kehidupan kita untuk membangunkan kita dan mendapatkan perhatian kita. Karena seringkali kita tidak sepenuhnya sadar sampai sesuatu mengganggu dunia kita yang tenang dan membawa kita pada keterbatasan diri kita dan juga mengganggu rutinitas kita yang nyaman, sehingga kita dapat sepenuhnya sadar dalam hubungan kita denganNya. Selama video itu diputar (yang akhirnya benar-benar saya tonton secara sadar), Henry Blackaby mengatakan bahwa Tuhan sering menggunakan badai kehidupan untuk berbicara pada kita karena kita belum dapat mengerti atau mendengar pesanNya dengan cara-cara yang lain.
Itulah sebabnya mengapa menjalani kehidupan rohani kita dengan sistem otomatis itu sangat berbahaya. Bukan hanya kita kehilangan keintiman yang dalam dengan Tuhan, tapi jika kita tidak mendengar atau mengerti pesanNya, Tuhan akan menemukan cara lain (dan mungkin cara itu tidak menyenangkan) untuk mendapat perhatian kita.
Video yang saya lewatkan di kebaktian itu adalah panggilan yang membangunkan saya. Mulai saat itu saya ingin benar-benar sadar dalam setiap aspek kehidupan saya, terutama kerohanian saya. Saya tidak mau menunggu Tuhan mengambil hal-hal yang lebih drastis untuk mendapatkan perhatian saya. Bagaimana dengan Anda? Apakah kehidupan kerohanian Anda menjadi hanya sekedar rutinitas daripada sebuah hubungan yang bertumbuh dengan Tuhan? Jika iya, matikan sistem otomatis Anda dan temuilah Tuhan dengan cara yang segar!
Sumber: www.jawaban.com

Monday, July 21, 2008

DICARI : Pasangan (Tak) Sempurna

Mencari pendamping seseorang yang bisa menjadi pasangan sempurna? Wah, bisa-bisa Anda kehabisan napas sebelum sukses menemukannya! Kata orang, mencintai ketidaksempurnaan adalah bukti bahwa Anda memiliki cinta yang sempurna.
Fokus Pada Kelebihan Kekasih Anda mungkin tidak good looking atau kaya raya. Tapi, pasti ada sesuatu dalam dirinya yang mampu meluluhkan hati Anda. Mungkin, kedewasaannya yang mengimbangi sisi kekanakan Anda. Sikap spontannya yang selalu membuat Anda bersemangat, atau kepandaiannya. Berfokus pada poin plus yang dimiliki pasangan akan membuat Anda bersyukur berada di sampingnya dan memupuk rasa cinta Anda.
Jangan Ubah Dirinya
Menuntut pasangan menjelma menjadi seorang kekasih yang sempurna adalah tindakan yang tidak fair. Meski begitu, bila ada suatu hal yang membuat Anda merasa kurang sreg, sah-sah saja kok memberikan masukan. Supaya ia menerimanya, jelaskan keuntungan yang bisa ia peroleh bila mengikuti saran Anda. Tapi, jangan terlalu berharap, ya! Bagaimana pun, Anda tidak bisa mengubah seseorang jika ia tidak menginginkannya.
Kurang Itu Manusiawi
Apa yang membuat tabloid gosip laris manis? Bukan karena prestasi yang dicetak selebriti, melainkan kegagalan dan skandal mereka. Meski kedengarannya jahat, kabar buruk tersebut ampuh menghibur pembaca, karena membuktikan selebriti juga manusia yang punya kekurangan. Coba bayangkan bila Si Dia tidak punya nilai minus satu pun. Malah mencurigakan, kan?
Jangan Membandingkan
Seringkali, yang membuat Anda tidak puas atas pasangan adalah kualitas kekasih orang lain. Apa yang terlihat indah di luar tak selalu sama manisnya di dalam. Siapa tahu, selama berpacaran dengan si ganteng, kekasihnya sebenarnya merana pacarnya tak tahu manner. Atau, dia ganteng tapi berotak seadanya.
Introspeksi Diri
Ungkapan nobody's perfect berlaku pada semua orang tanpa kecuali. Jika sedang dibuat jengkel oleh ulah pasangan, coba berkaca pada diri sendiri. Pasti Anda juga punya kekurangan atau hal-hal tertentu yang terkadang bikin kekasih ilfil. Bukankah Anda juga berharap kekasih mau menerima kekurangan yang ada dalam diri Anda?
Kompromi
Jika Anda dan dia sudah saling mengenal, kini saatnya menilai kualitas hubungan. Ukur pula kadar toleransi yang Anda berdua miliki. Sebab, pada akhirnya yang menentukan kelanggengan suatu hubungan adalah komitmen serta upaya untuk saling kompromi terhadap kekhasan yang dimiliki kedua belah pihak.
Mendasarkan hubungan Anda atas kebenaran-kebenaran Firman Tuhan adalah hal yang utama, tak ada dasar lain yang dapat mengokohkan hubungan Anda berdua selain kasih Tuhan sendiri. Setiap kita memang tidak ada yang sempurna, namun Tuhan menciptakan setiap pasangan untuk saling melengkapi. Amsal 10:12b berkata, "... tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." Milikilah kasih Kristus, karena cinta sejati yang berasal dari kasih Kristus-lah yang dapat memampukan Anda menerima kekurangan pasangan Anda dan tetap mengasihinya tanpa syarat.
Sumber : www.jawaban.com

Friday, July 18, 2008

Bukan Saat yang “Teduh”

"Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita..." (Mazmur 40:4) "Bisakah kamu diam dan tinggalkan aku sendiri!" perintah saya pada seekor burung yang berkicau. "Kamu mengacaukan saat teduh saya dengan Tuhan!" Beberapa saat setelah saya duduk di halaman belakang saya untuk ber-saat teduh, burung kutilang kecil yang bergerak cepat dari sebuah pot bunga, yang tampaknya sudah menjadi sarangnya. Dia bertengger di pohon depan saya dan terus berkicau ke arah saya. Setelah beberapa menit suaranya terus mengganggu saya, saya memutuskan untuk memberitahu kepada burung ini tentang apa yang saya pikirkan. "Dengarkan teman," saya berkata, "Siapa yang menanam bunga-bunga di pot itu? Aku! Siapa yang menggantung mereka dan menyuburkan mereka? Aku! Dan siapa yang menyirami mereka setiap hari? Aku! Jangan mengeluh padaku karena aku memilih untuk duduk di sini dan menikmati apa yang sudah kutanam. Mereka milikku sejak dari awalnya, dan aku hanya membiarkan kamu hidup di sana. Kamu seharusnya bersyukur, bukannya menggangguku dengan suara ributmu!" Tapi burung kutilang itu terus saja berkicau mengabaikan saya, dan setelah beberapa detik saya menyadari keluhan-keluhan marahnya terdengar tidak asing. Keluhan-keluhannya itu seperti keluhan-keluhan saya! Saya sering mengeluh saat keadaan tidak sesuai dengan yang saya inginkan, saat orang lain mengacaukan rencana saya, saat seseorang menginvasi ke dalam area saya. Saya, saya dan saya. Lalu Tuhan berbicara dalam hati saya... Siapa yang menciptakan bumi ini pada awalnya? Siapa yang menanam dan menyiram semuanya sebelum kamu? Seluruh bumi ini dan segala isinya adalah milikKu. Aku hanya membiarkan kamu hidup di sini, dan lagipula, kadang-kadang kamu membuat kekacauan. Berhenti mengeluh dan mulailah menyanyikan lagu yang telah Aku letakkan di hatimu... Pagi itu memang bukan saat yang "teduh", tapi pesan Tuhan dapat saya dengar dengan keras dan jelas... Sumber : www.jawaban.com

Thursday, July 17, 2008

Mungkin ini merupakan kencan Anda yang ketiga, dan Anda mulai curiga pada Si Dia. Anda ragu-ragu apakah dia memang bisa diandalkan, dipercaya dan layak mendapat cinta Anda? Coba deh, perhatikan bila dia datang terlambat satu jam lalu memberi alasan yang klasik yaitu terjebak kemacetan lalu lintas. Kemudian, bila Anda menanyakan hubungannya sebelum dengan Anda, dengan gugup dia akan melihat ke jam tangannnya dan mengganti topik pembicaraan. Apa yang harus dilakukan ketika mulai mencurigai kejujuran Si Dia? * Lupakan tayangan televisi Televisi tidak pernah berhenti menayangkan cerita mengenai kejahatan. Bahkan seorang psikolog terlatih pun sulit "membaca" apakah seseorang berbohong atau tidak. Daripada pusing-pusing mempelajari raut muka seseorang, lebih baik pelajari karakternya yang dapat terungkap melalui interaksi pembicaraan antara Anda dan dia. * Ajukan pertanyaan Tanyakan padanya tentang kisah cintanya di masa lalu, dengarkan dengan cermat apa yang dikatakannya. Bila dia lebih banyak menyalahkan mantannya, berarti dia termasuk tipe orang yang tidak mau bertanggungjawab. Orang semacam ini cenderung untuk berbohong. Hal ini tidak hanya berlaku untuk urusan mantan kekasih. Bila dia mengatakan berhenti bekerja karena atasannya brengsek, Anda juga harus berhati-hati. * Jangan terkecoh Bila Anda bersedia untuk menerima kebohongan kekasih, bersiaplah mendengar ribuan kali permohonan maaf darinya. Sering orang yang termasuk tipe ini akan berusaha tampil seolah-olah jujur dan bersikap penuh empati. Bila ketahuan berbohong, mereka akan membela diri dengan mengatakan, mereka tidak berani berterus terang kepada Anda dan akan berusaha merayu agar Anda tidak marah sambil mengatakan, Andalah satu-satunya perempuan yang dapat mengerti dirinya dan dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. * Jangan terhanyut Seorang sosipat adalah seseorang yang mengalami gangguan kepribadian dengan memperlihatkan perilaku ekstra antisosial. Dia tidak hanya senang melanggar peraturan, tetapi juga selalu minta pertolongan Anda. Oleh karena itu, bila teman kencan mengajak masuk bioskop secara diam-diam tanpa membayar, jangan terkejut bila dia juga suka berbohong. * Tahu kapan harus memutuskan Kebohongan satu pasti diikuti dengan kebohongan-kebohongan yang lain. Bila baru satu kali teman kencan mengkhianati Anda, mungkin kita dapat menilainya sebagai suatu kekhilafan atau salah pengertian. Tapi bila melakukannya berkali-kali, berarti Anda berkencan dengan seorang pembohong. * Jangan salahkan diri sendiri Coba perhatikan baik-baik: banyak wanita cenderung menyalahkan dirinya sendiri sesudah terlibat dengan seorang pembohong karena menurut mereka, seharusnya dapat mengetahuinya dari awal. Berbohong sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu, Anda tidak boleh terlalu keras terhadap diri sendiri. Selamatkan diri dari seorang pembohong dan kembalilah ke kehidupan Anda tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Yang pasti tetap bawa hubungan ini di dalam doa. Berbohong memang bukanlah suatu hal yang dapat ditoleransi namun bukan berarti Anda kemudian dapat memutuskan untuk membencinya karena sakit hati telah dibohongi. Teruslah berdoa agar Tuhan terus berkarya dalam hidupnya dan ia dapat mengenal pribadi Yesus yang dapat mengubah kehidupan dia seutuhnya. Sumber : www.jawabn.com

Agar Tak Sakit Hati

Di dalam suatu hubungan, rasa sakit hati memang tak dapat dihindari. Dan rasa sakit hati ini terjadi pada bentuk komunikasi yang tak sempurna. Sakit hati yang menumpuk suatu saat akan meledak menjadi kemarahan. Memiliki perasaan marah menunjukkan bahwa perasaan Anda telah disakiti dan harus segera dicari penyelesaiannya. Berikut ini beberapa saran untuk mengekspresikan kemarahan Anda secara pantas kepada pasangan: Mengamati Teliti, apakah kemarahan, rasa tersinggung atau sakit hati Anda saat ini bertambah besar. Berapa lama Anda menyimpan perasaan yang mengganggu ini? Jika Anda marah kepada pasangan karena ia keluar malam bersama teman-temannya, mungkin masalah sebenarnya bukanlah itu, melainkan bagaimana Si Dia memberikan perhatiannya kepada Anda. Berani Belajarlah untuk dapat bersikap berani. Jika Anda merasa sangat mudah terintimidasi, tuliskan perasaan Anda dan tunjukkan kepada pasangan. Jangan Menyalahkan Jangan membuat pernyataan yang menyalahkan! Sebagian besar orang selalu memulai dengan pertanyaan yang paling merusak seperti, "Siapa yang benar dan siapa yang salah?" Kenyataannya, sebagian besar ketidaksepahaman didasari oleh interpretasi yang datang dari pengalaman pribadi, bukan karena kebenaran yang memang sudah terbukti. Mendengarkan Satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi konflik adalah dengan menjadi pendengar yang baik untuk pihak lain. Sebagian besar orang hanya ingin didengar saja, dan hal ini merupakan bentuk dasar dari perasaan ingin diakui. Seringkali, solusi terjadi justru dari apa yang dibicarakan. Mengungkapkan Biarkan Si Dia mengutarakan perasaan sakit hati atau kesedihannya. Hal ini sangat baik karena bila tidak diungkapkan, perasaan marah dan sedihnya akan menumpuk dan membentuk dinding antara dirinya dengan Anda. Mengakui Bertanggungjawablah atas segala masalah yang Anda ciptakan, mau mengakuinya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Bagaimana tindakan dan perkataan saya bisa mendukung terciptanya situasi seperti ini?" Tanggung Jawab Inilah langkah terakhir yang paling sulit dilakukan. Cari tahu, apa yang membuat situasi menjadi lebih baik di masa depan, dan apa yang dapat membuat situasi yang merusak tidak muncul lagi. Katakan pada pasangan apa yang Anda perlukan darinya agar semuanya bisa menjadi lebih baik. Anda juga perlu bertanggung jawab atas apa yang perlu diperbaiki saat ini. Apakah hanya mendengar atau meminta maaf? Semua orang seringkali melupakan kedua hal itu. Sumber: www.jawaban.com

Wednesday, July 16, 2008

BPH PNB HKI Daerah VII Pulau Jawa Periode 2005-2010

Atas kasih Tuhan akhirnya pada bulan Desember 2005 telah terpilih para Pengurus PNB HKI Daerah VII Pulau Jawa untuk Periode 2005-2010. BPH ini kemudian dilantik pada tanggal 19 Februari 2006 di HKI Bandung Dame oleh Praeses Pdt. M.P. Hutabarat. BPH PNB HKI Daerah VII Pulau Jawa (setelah ada perubahan) Pembina : Pdt. Janto Sihombing, S.Th. Ketua Umum : Henry Hariandja, ST. Ketua I (Bid. Pembinaan) : Josua Sihombing Ketua II (Bid. Organisasi) : Leonard Mangunsong, S.Pd. Ketua III (Bid. Aksi Pelayanan : Bonar Marbun Ketua IV (Bid. Keuangan) : Luli Hariandja Sekretaris Umum : Dedi Heri Natal Gultom, S.Pd. Bendahara Umum : Monica Nainggolan Sekbid I : dr. Nove Nainggolan Sekbid II : Novaliyus Pasaribu Sekbid III : Yohanes Tobing Sekbid IV : --- Anggota Bid I : Ola Sagala Anggota Bid II : Tumpal Panjaitan Anggota Bid III : --- Anggota Bid IV : --- Pelayanan Adalah Suatu Kehormatan Bukan Beban.