Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Wednesday, February 25, 2009

SMile...

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yang bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
Pengalaman ini dikisahkan dari seorang ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliahnya. Kelas terakhir yang harus dia ambil adalah sosiologi. Sang dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling". Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya, dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas.
Ibu itu adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, dia pikir, tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, dia bergegas menemui suaminya dan anak bungsunya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suaminya akan masuk dalam antrian, dia menyela dan meminta agar suaminya saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika ibu itu sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakangnya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!
Ibu itu bingung,dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika dia menunduk, tanpa sengaja matanya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" ke arahnya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam,tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arahnya, seolah ia meminta agar ibu itu dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu. Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan ibu itu membalas senyumnya, dan seketika teringat olehnya 'tugas' yang diberikan oleh dosennya.
Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Ibu itu segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"-nya. Ibu itu merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal dia bersama mereka, dan mereka bertiga tiba-tiba saja sudah sampai di depan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin dipesannya, Ibu itu mempersilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka(sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja ibu itu diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpau beberapa saat, sambil matanya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka... Pada saat yang bersamaan, ibu itu baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke dirinya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan'-nya. Ibu itu baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapanya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin dia pesan.
Ibu itu tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanannya) dalam nampan terpisah. Setelah membayar semua pesanan, dia minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanannya ke meja/tempat duduk suami dan anaknya. Sementara ibu itu membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Ibu itu meletakkan nampan berisi makanan itu di atas meja mereka, dan meletakkan tangannya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil ibu itu berucap: "Makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."Kembali mata biru itu menatap dalam ke arahnya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya".
Ibu itu mencoba tetap menguasai dirinya, sambil menepuk bahu mereka, ibu itu berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian". Mendengar ucapannya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali ibu itu merengkuh kedua lelaki itu. Ibu itu sudah tidak dapat menahan tangis ketika dia berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anaknya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.
Ketika ibu itu duduk, suaminya mencoba meredakan tangisnya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak2ku!" Mereka saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu mereka benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah mereka telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika mereka sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja mereka, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan mereka. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan ibu itu, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami". Ibu itu hanya bisa berucap "terima kasih" sambil tersenyum.
Sebelum beranjak meninggalkan restoran, ibu itu menyempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin mereka, mereka langsung menoleh ke arahnya sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikan tangannya ke arahnya. Dalam perjalanan pulang ibu itu merenungkan kembali apa yang telah dia lakukan terhadap kedua orang tuna wisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir olehnya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepadanya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali! Ibu itu kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangannya. Ibu itu menyerahkan 'paper' kepada dosennya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya ibu itu dipanggil dosennya ke depan kelas, ia melihat kepadanya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati ibu itu mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan papernya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.

Thursday, August 14, 2008

Jadikan Aku Percaya Kristus

Dapatkah orang-orang seperti ini, orang atheis, orang yang homo dan lesbian serta para playboy yang kesemuanya non-Kristen bisa menjadi seorang Kristen? Jawaban seorang percaya pasti akan berkata,"Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan." Namun hal ini diangkat dalam sebuah reality show di Inggris pada bulan Agustus ini, berhasilkan hal tersebut dilakukan?
"Make Me a Christian" adalah sebuah reality show perjalanan rohani dari 13 orang non-Kristen yang didalamnya ada seorang penyihir, orang Kristen yang beralih ke Islam, pasangan kumpul kebo yang sedang mengandung anak, dan sebuah keluarga yang beranggotakan enam orang. Mereka semua menjadi sukarelawan untuk acara ini, dengan meninggalkan kehidupan normalnya dan menjadi keseharian kehidupan seorang Kristen. Dalam program ini, termasuk didalamnya ada kelas pelajaran Alkitab dan akan dimentoring oleh tim oikumene dari beberapa pemimpin gereja.
Rev.George Hargreaves, pemimpin dari partai Kristen, dan timnya yang menjadi mentor dalam acara ini berpikir bahwa Inggris memerlukan acara ini, karena bangsa tersebut sedang mengalami degradasi moral. Acara ini bertujuan untuk menunjukkan arti menjadi seorang Kristiani. Acara ini ditayangkan oleh Chanel Four mulai 10 Agustus lalu.
Mentor yang lainnya berasal dari Church of England Curate, yaitu Rev. Joanna Jepson, dari Katolik, Fr.John Flynn dan dari Kensington Temple Pendeta Wale Babatunde. Seri reality show ini mendokumentasikan perubahan cara pandang dari masing-masing partisipan tentang ke Kristenan dan perubahan hidup berdasarkan pengajaran Alkitab yang sudah mereka terima. Pada akhir serial ini, beberapa partisipan bahkan memutuskan untuk komitmen mencari tahu lebih lagi tentang keKristenan.
"Para penonton akan diajak mengalami perjalanan pribadi para partisipan. Saya percaya bahwa pandangan umum tentang inisiatif penginjilan akan mengalami perubahan dengan diluncurkan serial ini," demikian komentar Hargreaves.
Degradasi moral dan pemahaman tentang Kekristenan, terutama tentang Kristus mungkin bukan hanya dialami oleh Inggris, namun juga diberbagai negara yang dulu dikenal sebagai pengirim utusan Injil, seperti Amerika, eropa dan Jerman. Itu sebabnya pemberitaan Injil tidak boleh berhenti, karena banyak orang yang belum mengenal Kristus dan belum diselamatkan. Ini saatnya orang percaya untuk memberitakan Injil dengan berbagai cara kreatif, salah satunya seperti reality show ini. Panggilan untuk melaksanakan Amanat Agung, adalah milik setiap orang percaya. Itu adalah sebuah perintah, bukan pilihan.
Seperti Rasul Paulus menasehati anak rohaninya Timotius, "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya," hari ini adalah waktu yang tepat untuk memberitakan Injil keselamatan pada setiap orang. Injil adalah sebuah kebutuhan yang mendesak dari dunia ini, dan ini adalah tugas utama orang percaya saat menjadi duta besar kerajaan Allah di bumi ini. Namun sebelum Anda memberitakan tentang kasih karunia didalam Kristus Yesus, alamilah Dia terlebih dahulu.

Thursday, July 10, 2008

Anak Muda

Perubahan selalu dimulai dari mereka yang muda.
Soekarno dan Hatta mengubah Indonesia saat mereka masih muda.
Albert Einstein mengubah wajah dunia saat dia masih muda.
Tuhan Yesus mengubah dunia saat dia masih muda.
Perubahan memang tidak mudah. Tetapi tanpa perubahan tidak akan ada kehidupan.
Satu-satunya yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Kenapa?
Karena perubahan akan terus berjalan, dia dimanis dan akan tetap bergerak.
Dimana kita anak-anak muda? Tergilas dalam perubahan atau menjadi bagian perubahan atau menjadi motor penggerak perubahan.
Pilihan ada di tangan kita...
Pemuda HKI, dewasa ini terlihat belum memberikan kontribusi yang berarti bagi pelayanan di gereja, masyarakat dan kehidupan berbangsa bernegara. Kita masih dikungkung dalam pelayanan dengan segmentasi yang sempit dan kurang terarah.
Mari, kita coba perkaya ide kita, inspirasi kita. Untuk memberikan sesuatu yang berbeda bagi gereja dan masa depan kita sendiri.
Ingat... Ciri orang yang berubah adalah kaya dengan ide dan inspirasi.
HKI = Harus Kaya Ide/Inspirasi
Maju Pemuda HKI...